Kamis, 28 Oktober 2010

Tingkat Keterlibatan Pembelian dan Tingkat Perbedaan Di antara Merk

Tema : Jenis-jenis situasi konsumen
Judul : Tingkat keterlibatan pembelian dan tingkat perbedaan di antara merk

Nama : Febriyanti
Npm/Kls : 10208497/3EA03


Perilaku pembelian konsumen berbeda di antara produk pasta gigi, raket tennis, kamera yang mahal dan mobil baru. Keputusan yang lebih rumit biasanya melibatkan banyak pelaku dan lebih banyak kesadaran pembeli. Jenis-jenis situasi konsumen ketika membeli suatu produk berdasarkan tingkat keterlibatan pembelian dan tingkat perbedaan diantara merek, yaitu :

1. Perilaku Pembelian Kompleks

Konsumen berada dalam perilaku pembelian yang kompleks ketika mereka sangat terlibat dalam pembelian dan mempunyai persepsi yang signifikan mengenai perbedaan di antara merek. Konsumen mungkin akan terlibat secara mendalam ketika produk itu mahal, beresiko, jarang dibeli dan menunjukkan ekspresi diri.

Umumnya, konsumen harus mempelajari banyak hal mengenai kategori produk tersebut. Misalnya, pembeli komputer mungkin tidak mengetahui atribut apa yang harus dipertimbangkan. Banyak fitur produk yang tidak memiliki arti seperti: “Chip Pentium Pro”, “VGA dengan resolusi super”, atau “mega RAM”.

Pembeli produk tersebut akan melalui proses pembelajaran, pertama mengembangkan keyakinan mengenal produk, kemudian sikap, dan kemudian melakukan pilihan pembelian dengan penuh pertimbangan. Pemasar produk-produk dengan tingkat keterlibatan tinggi harus memahami perilaku konsumen dalam pemilihan informasi
dan evaluasi. Mereka perlu membantu pembeli untuk mempelajari atribut-atribut kelas produk dan tingkat kepentingannya serta apa yang ditawarkan oleh merek itu dalam memberikan nilai pada atribut yang
penting. Pemasar perlu mempelajari cara membedakan fitur-fitur mereknya, dan mendeskripsikan manfaat mereknya dengan menggunakan media cetak dengan teks yang panjang. Mereka harus memotivasi pramuniaga dan kenalan untuk mempengaruhi pemilihan merek akhir.

2. Perilaku Pembelian Pengurangan Disonasi

Perilaku pembelian pengurangan disonasi terjadi ketika konsumen mempunyai keterlibatan yang tinggi dengan pembelian yang mahal, tidak sering atau beresiko, namun melihat sedikit perbedaan antar merek. Contoh, konsumen yang membeli karpet, mempunyai keterlibatan yang tinggi karena mahalnya dan arena ekspresi diri. Akan tetapi, pembeli mungkin menganggap kebanyakan merek karpet dalam kisaran harga yang sama mempunyai kualitas yang sama. Dalam kasus itu, karena persepsi mengenai perbadaan merek tidak terlalu
besar, pembeli mungkin berkeliling berbagai toko untuk melihat barang apa saja yang tersedia, namun membeli secara relatif cepat. Pembeli mungkin akan menanggapi itu pada harga yang lebih baik atau kepada
kemudahan pembelian.

Setelah pembelian, konsumen akan mengalami disonasi setelah pembelian (post purchase dissonance) ketika mereka menyadari kekurangan tertentu dari karpet yang telah dibeli atau mendengar hal yang lebih baik dari merek yang tidak dibelinya. Untuk mengatasi disonasi tersebut, komunikasi, pasca penjualan dari pemasar
sebaiknya memberikan bukti dan dukungan kepada konsumen agar merasa tepat dan merasa nyaman dengan pilihan merek yang telah dilakukannya.

3. Perilaku Pembelian Kebiasaan

Perilaku pembelian kebiasaan terjadi dalam kondisi di mana konsumen mempunyai keterlibatan rendah dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar merek. Contoh, garam. Konsumen mempunyai keterlibatan yang rendah dalam kategori produk itu mereka hanya pergi ke toko kemudian mengambil satu merek. Jika mencari merek yang sama, itu hanya karena kebiasaan bukan karena kesetiaan terhadap merek tertentu. Konsumen tampaknya mempunyai keterlibatan yang rendah terhadap produk yang harganya rendah dan yang secara teratur dikonsumsi.

Dalam kasus tersebut, perilaku pembelian konsumen tidak melalui jalur keyakinan-sikap-perilaku yang biasa. Konsumen tidak mencari secara luas informasi merek, mengevaluasi karakteristik merek, dan memutuskan secara serius merek apa yang akan dibeli. Mereka secara pasif menerima informasi pada saat melihat televisi
atau membaca majalah. Pengulangan iklan menciptakan kebiasaan terhadap suatu merek (brand familiarity) bukannya keyakinan merek (brand convicition). Konsumen tidak membangun sikap yang kuat terhadap sebuah merek, mereka memilih merek karena merek itu dikenal. Karena mereka tidak terlibat secara kuat dengan produk tersebut, konsumen tidak mengevaluasi pilihan setelah pembelian. Oleh karena itu, proses pembelian tersebut melibatkan keyakinan merek yang dibentuk oleh pembelajaran pasif, diikuti oleh perilaku pembelian yang diikuti atau tidak diikuti oleh evaluasi.

Karena pembeli tidak terlalu tergantung pada merek tertentu, pemasar produk dengan keterlibatan rendah dan perbedaan antar merek yang sedikit terkadang menggunakan harga dan penjualan promosi untuk mendorong percobaan suatu produk. Dalam mengiklankan produk dengan mendorong keterlibatan rendah, iklan harus menekankan hanya pada sedikit hal yang penting tertentu.

Symbol dan imajinasi visual merupakan hal yang penting karena hal itu mudah diingat dan diasosiasikan dengan merek. Kampanye iklan harus mengandung pesan pendek yang berulang. Televisi biasanya lebih efektif dari pada media cetak karena televisi merupakan media dengan keterlibatan rendah yang cocok dengan pembelajaran secara pasif.

Perencanaan iklan harus didasarkan pada teori pengkondisian klasik, di mana pembeli belajar mengidentifikasi produk tertentu melalui simbol yang melekat padanya.

Pemasar bisa berusaha mengubah produk keterlibatan rendah menjadi produk keterlibatan produk dengan menghubungkan produk tersebut dengan isu-isu terkait. Procter & Gamble melakukan ketika diamenghubungakn pasta gigi Crest dengan penghindaran gigi berlubang.

Atau produk dapat dihubungkan dengan sejumlah kondisi pribadi. Nestle melakukannya dengan serangkaian iklan untuk kopi Taster’s Choice, setiap iklannya menggunakan episode mirip opera sabun yang berisi tentang dua orang tetangga yang terlibat asmara. Hasil terbaiknya adalah strategi itu dapat menaikkan keterlibatan konsumen dari tingkat rendah menjadi sedang. Akan tetapi, strategi itu cenderung tidak mendorong konsumen ke keterlibatan tinggi.

4. Perilaku Pembelian Pencarian Variasi

Konsumen berada pada perilaku pembelian pencarian variasi dalam situasi ketika konsumen mempunyai tingkat keterlibatan yang rendah tetapi mempersepsikan adanya perbedaan merek yang signifikan. Dalam kasus seperti itu, konsumen seringkali beralih merek.

Contoh, pada saat membeli kue, seorang konsumen terkadang memiliki sejumlah keyakinan, memilih kue tanpa banyak evaluasi, kemudian mengevaluasi merek tersebut pada saat pengkonsumsian. Tetapi lain kali, konsumen mungkin akan mengambil merek lain yang setara karena kebosanan atau semata-mata ingin mencoba sesuatu
yang berbeda. Penggantian merek terjadi karena variasi semata-mata dan bukan karena ketidakpuasan.

Pada produk kategori tersebut, strategi pemasaran akan berbeda bagi pemimpin pasar atau merek minoritas. Pemimpin pasar akan mencoba merangsang perilaku pembelian kebiasaan dengan menggunakan rak secara luas, mempertahankan rak penuh dengan produknya, dan menjalankan iklan berkala untuk mengingatkan.
Perusahaan pesaing akan merangsang pencarian variasi dengan menawarkan harga yang rendah, penawaran khusus, kupon, sampel gratis, dan iklan yang memperlihatkan berbagai alasan untuk mencoba sesuatu yang baru.


Sumber: Marketing Management



Kamis, 13 Mei 2010

Ketahanan Nasional Dalam Bidang Sosial Budaya

Tugas 4 P.Kewarganegaraan
Nama : Febriyanti
Npm/kls : 10208497/2EA03

Kondisi realitas, identitas dan integrasi yang kuat akan menjadi modal dasar dalam menumbuhkan ketahanan individu, itulah ungkapan dari Mufid dalam kegiatan lokakarya mengenai Ketahanan Sosial Masyarakat Bali dan Betawi (18 Oktober 2001). Karakteristik individu yang memiliki ketahanan yang kuat inilah yang diperlukan dalam suatu masyarakat yang mendambakan kondisi ketahanan sosial yang tangguh.

Perilaku sederhana yang ampu membentuk dan menciptakan kondisi kebersamaan antar individu dalam lingkungan sosialnya adalah kebudayaan. Kebudayaan merupakan gambaran seluruh cara hidup yang melembaga dalam suatu masyarakat yang manifetasinya tampak dalam tingkah laku dan tingkah laku tersebut dapat dipelajari. Dengan demikian ketahanan sosial yang dibentuk oleh kekuatan kebudayaan tertentu bisa dipelajari dan diupayakan untuk meningkatkan kualitasnya. Ternyata kebudayaan mampu mengikat individu untuk mewujudkan kesatuan dan melakukan aktivitas bersama dalam rangka mempertahankan kehidupannya.
Menurut Koentjaraningrat (1981:63), nilai budaya bangsa Indonesia mengandung empat konsep yaitu :
1).Manusia itu hidup sendiri di dunia ini, tetapi dikelilingi oleh komunitasnya, masyarakat, dan alam semesta sekitarnya;
2).Segala aspek kehidupan manusia pada hakikatnya tergantung kepada sesamanya;
3).Manusia harus selalu berusaha untuk sedapat mungkin memelihara hubungan baik dengan sesamanya, yang terdorong oleh jiwa sama rata-sama rasa;
4).Manusia sedapat mungkin untuk bersifat konform, berbuat sama dan bersama dalam komunitasnya, yang terdorong oleh rasa sama tinggi dan sama rendah. Dalam kajian kewiraan, dijelaskan bahwa ketahanan nasional aspek sosial budaya merupakan kondisi dinamis suatu bangsa yang berisikan keuletan dan ketangguhan menjadi kekuatan dalam mewujudkan ketahanan sosial budaya. Dari ungkapan tersebut menunjukan bahwa "Kondisi ketahanan sosial budaya nasional" akan terwujud jika didukung oleh tingkat ketahanan sosial budaya di setiap daerah menunjukkan kekuatannya yang dinamis dan terpelihara.

Ketahanan Sosial budaya terbentuk karena manusia (termasuk yang dikategorikan Komunitas Adat terpencil) adalah makhluk sosial. Manusia melalui pergaulan, interaksi dan interelasi sosial dapat menemukan keluhuran budaya yang dapat menghasilkan cipta karyanya yang lebih lanjut dikenal sebagai kebudayaan.
Indonesia sebagai negara kesatuan dengan Sosial budayanya-pun beraneka ragam. Keaneka-ragaman suku dan budaya yang kokoh adalah sebagai akar-akardari ketahanan sosial. Demikian seterusnya, dengan kuat dan kokohnya ketahanan sosial akan menjamin terwujudnya ketahanan nasional.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kokohnya ketahanan sosial budaya :
Suatu ketahanan sosial budaya pada hakekatnya diciptakan dan dibentuk serta dipelihara oleh suatu kelompok masyarakat itu sendiri. Faktor-faktor yang mempengaruhi dipertahankannya ketahan sosial budaya suatu masyarakat adalah:
1. Struktur Sosial
Struktur sosial atau pengelompokan masyarakat, dilakukan untuk memudahkan pelaksanaan tugas-tugas dalam kemasyarakatan. Pengelompokkan dapat dilakukan berdasarkan status sosial, kedudukan, dan bidang kerjanya. Dari Struktur sosial tersebut, maka fungsi masing-masing dalam mewujudkan ketahan untuk tetap eksisnya suatu masyarakat akan lebih terjamin. Ada dua kajian khusus dalam faktor Struktur tersebut, sebagaimana diungkapkan oleh Jusdistira Garna ( 1999:54) yang mengarah kepada Struktur dan fungsi masyarakat. Dengan demikian status sosial seseorang bukan hanya akan menempatkan dirinya pada tingkat Struktur tertentu, akan tetapi ia akan mempunyai fungsi tetentu dalam lingkungan masyarakat, yang dalam hal ini berfungsi dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat di mana mereka berada.Begitu pula dengan kedudukan dan bidang kerja anggota sosial masyarakat lainnya akan menentukan pula fungsinya dalam memperkuat ketahanan sosialnya.

2. Pengawasan Sosial
Pengawasan sosial atau sosial kontrol, merupakan sistem dan prosedur yang mengatur kegiatan dan tindak-tindakan anggota masyarakat.
Dalam praktek kehidupan masyarakat tertentu kontrol sosial ini dijadikan pula sebagai suatu sistem ilmu pengetahuan dan pengalaman teknik empiris yang digunakan sebagai penangkal ATM (Ancaman Tantangan Halangan) pada lingkungan sosialnya. Dalam kondisi tertentu juga bisa digunakan dalam mengontrol sikap dan perilaku anggota masyarakat yang berkaitan dengan aspek kehidupan beragama, idiologi, sitem hukum, yang berlaku/ dianut.

3. Media sosial
Media sosil atau perantara interelasi antar angggota masyarakat dalam upaya mewujudkan ketahanan sosial bersama yang dilakukan oleh struktur sosial tertentu dalam kondisi yang terintegrasi. Secara faktual media sosial juga dapat dipandang sebagai alat, materiil maupun spritual yang mampu membentuk bahasa dan isyarat dalam rangka komunikasi antar anggota masyarakat.

4. Standar Sosial
Standar sosial yaitu menunjukan kepada suatu ukuran dalam meneliti, menyeleksi sikap dan cara hidup yang mengandung sistem nilai. Sistem nilai tersebut menyangkut kualitas suatu obyek yang dipandang berguna dalam memanfaatkan cara untuk mencapai tujuan dalam kehidupan bermasyarakat. Faktor-faktor tersebut secara bersama-sama akan dijalankan oleh semua anggota masyarakat menurut struktur dan fungsinya masing- masing dalam rangka membentuk kesatuan kebudayaan tertentu. Tidak menutup kemungkinan faktor- faktor di atas, walaupun kedudukkannya bergeser fungsinya secara ganda menjadi fungsi dasar dalam membentuk kebudayaan.


Kamis, 06 Mei 2010

KASUS 3




NAMa : Febriyanti
NPM : 10208497
Kls : 2EA03
Dosen : M.Yunanto

LOTTE DEPARTMENT STORES

pendahuluan

Suatu usaha akan berjalan maju dengan adanya kerja sama dan komunikasi yang baik antar pemimpin dengan karyawan .dengan adanya komunikasi dan pengertian dari pemimpin untuk memahami apa yang di ingin kan oleh karyawannya akan memacu para karyawan untuk bekerja dengan baik maka denagn demikian apa yang menjadi tujuan yang telah di tetapkan oleh perusahaan akan tercapai .

Kontribusi penelitian


1.untuk mengetahui visi manjemen dan kebijakan lotte
2.mengetahui segmentasi pasar yang digunakan .


Review

pada tahun 1979, toko utama Lotte dibuka di Myong-dong, kawasan bisnis pusat kota dan distrik pertokoan di Seoul, Korea, tumuh sebagai retailer modern Korea. Jumlah pelanggan yang membeli setiap hari rata-rata 55.000
Filosofi bisnis yang berorientasi pelanggan dan kebijakan bisnis yang unik, filosofi manajemen Lotte dibangun dari mission statement “Selalu Bersama Anda – Always With You”, manajemen Lotte berpusat pada pelanggan yang fokusnya menciptakan kepuasan dan kepercayaan setiap pelanggan. Kawasan perbelanjaan yang luas, barang dagangan yang melimpah, dan suasana belanja yang nyaman merupakan kebanggaan Lotte Departement Store.
Pemimpin pasar sebelumnya, Shinsegae, memilih strategi-strategi bisnis yang sangat hati-hati. Misalnya, Shinsegae dengan hati-hati mengevaluasi dampak ekonomi dari semua cabang baru yang pontensial . Toko-toko yang besar dan keanekaragaman produk yang sangat banyak dan layanan yang baik seperti Lotte Departement Store Bukan lagi sekedar tempat dimana terjadi jual-beli Lotte Departement Store juaga sudah menjadi sebuah cultural plaza .



Tanggapan dan kritik

1.analisis di gunakan secara sistematis,obkjektif,dan informatif
2.kritik untuk artikel ini sebuah peusahaan akan tercapai tujuannya bila perusahaan tersebut dapat memuaskan kebutuhan dari konsumen,tetapi Lotte Departement Store tidak melihat apa yang dibutuhkan konsumenya (pendapat dari konsumen)lebih memperhatikan peruasahaan pesaingnya saja .





Minggu, 25 April 2010

Kasus 2(tugas Manajemen Pemasaran)

Kasus 2
Kompetensi dalam dunia usaha IT
JOURNAL REVIEWS:







Kasus 2
Kompetensi dalam dunia usaha IT
JOURNAL REVIEWS:






Mata Kuliah :
Manajemen Pemasaran
Dosen :
Muhammad Yunanto, SE., MM
Disusun Oleh :

Nama : febriyanti
Npm : 10208497
Kelas : 2EA03

Universitas Gunadarma
Fakultas Ekonomi
Tahun Ajaran 2009/2010


Pendahuluan

hal yang sangat melatar belakangi suatu niat untuk dapat tercipta adalah keinginan untuk mewujudkan .banyak keinginan yang ingin dicapai tetapi tidak disertai dengan kemampuan,tetapi keinginan yang disertai denagn kemampuan itu dinamakan kebutuhan .
Dalam kasus ini pihak sony mempunyai keinginan agar barang produksinya laris di pasaran .maka pihak sony harus bisa memahami strategi Memasarkan Produk dan Siklus Kehidupan Produk
dengan begitu sony harus bisa menafsirkan keadaan dan dapat memuat suatu produk yang di butuhkan masyarakat sekarang sesuai dengan perkembangan zaman .

tujuan penelitian :
1. mengetahui kegagalan sony
2.mengetahui kesuksesan sony
3.kompetitor bisnis internasional
4.perubahan manajemen


Latar belakang
Pihak Sony Corp, raksasa elektronik asal jepang berdiri 1946 sebagai “Tokyo Tshushin Kogyo”, kemudian pada tahun 1958 dirubah namanya menjadi Sony Corporation. Tokyo Telecommunications Engineering oleh Masaru Ibuka dan Akio Morita .para wanita pendiri sony ini adalah para insinyur muda wanita jepang .
Dari sini sony Corporation berusaha menciptakan produk-produk inovatif yang memiliki daya tarik komersial . Untuk mencapai tujuan ini,para insinyur sony di beri otoritas dalam pengambilan keputusan secara luas. Dengan penuh keberanian ,sony memiliki untuk bersaing melalui 2 cara :(1) memperkuat basis inovasi teknologi, (2) memasarkan produk secara agresif ke pasar-pasar luar negri .
Untuk melengkapi pembentukan sebuah jarinagn dunia sony membuka SONY OVERSEAS pada 1960 di swiss , sony (UK) limited pada 1968,dan GH pada 1970 .pembukaan fasilitas di san diego,AS dan fasilitas di bridgend,inggris 1974 menandai di mulainya produksi di luar negri






kesimpulan
kegagalan adalah cambuk untuk kita meraih kesuksesan,maka jangan lah terlalu lama jatuh dalam keterburukan .
Ktitik
buatlah sautu produk yang inovasi dan inovatif sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman

Rabu, 14 April 2010

Geografis Indonesia

Tugas 3(P.Kewaranegaraan)
Nama :Febrianti
Npm :10208497

Negara Republik Indonesia adalah negara di Asia Tenggara, yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara benua Asiadan Australia serta antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.508 pulau, oleh karena itu ia disebut juga sebagai Nusantara. Indonesia mempunyai pulau yang terpadat penduduknya yaitu Pulau Jawa, di mana lebih dari setengah (65%) populasi Indonesia hidup. Indonesia terdiri dari 5 pulau besar, yaitu:Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Irian Jaya. Indonesia pun memiliki lebih dari 400 gunung berapi dan 130 di antaranya termasuk gunung berapi aktif. Sebagian dari gunung berapi terletak di dasar laut dan tidak terlihat dari permukaan laut. Indonesia merupakan tempat pertemuan 2 rangkaian gunung berapi aktif.

Keadaan Alam di Indonesia
Sebagian ahli membagi Indonesia menjadi tiga wilayah geografis utama,yakni:
1. Kepulauan Sunda besar meliputi: pulau Jawa,Sumatera, Kalimantan, Sulawesi.
2. Kepulauan Sunda Kecil meliputi: pulau Bali,NTB, NTT.
3. Kepulauan Maluku dan Irian.

Sebagian ahli mbiografi pun membagi Indonesia atas kehidupan flora dan fauna yakni:
• Daratan Indonesia Bagian Barat dengan flora dan fauna yang sama dengan benua Asia.
• Daratan Indonesia Bagian Tengah (Wallacea) dengan flora dan fauna endemik/hanya terdapat pada daerah tersebut.
• Daratan Indonesia Bagian Timur dengan flora dan fauna yang sama dengan benua Australia.
Ketiga bagian daratan tersebut dipisahkan oleh garis Maya/Imajiner yang dikenal sebagai Garis Wallace-Webber, aitu garis maya yang memisahkan Daratan Indonesia Barat dengan daerah Wallacea(Indonesia Tengah), dan garis Lyedekker, yaitu garis maya yang memisahkan daerah wallacea (Indonesia Tengah) dengan daerah Indonesia Timur.
Berdasarkan Garis Besar Haluan Negara(GBHN) 1993, maka wilayah Indonesia dibagi menjadi 2 kawasan pembangunan:
• Kawasan Barat Indonesia. Terdiri dari Jawa, Sumatra, Kalimantan, Bali.
• Kawasan Timur Indonesia. Terdiri dari Sulawesi, Maluku, Irian/Papua, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Pulau Sumatera
Pulau Sumatra, berdasarkan luas merupakan pulau terbesar keenam didunia. Pulau ini membujur dari barat laut ke arah tenggara dan melintasi khatulistiwa, seolah membagi pulau Sumatra atas dua bagian, Sumatra belahan bumi utara dan Sumatra belahan bumi selatan. Pegunungan Bukit Barisan dengan beberapa puncaknya yang melebihi 3.000 m di atas permukaan laut, merupakan barisan gunung berapi aktif, berjalan sepanjang sisi barat pulau dari ujung utara ke arah selatan; sehingga membuat dataran di sisi barat pulau relatif sempit dengan pantai yang terjal dan dalam ke arah Samudera Hindia dan dataran di sisi timur pulau yang luas dan landai dengan pantai yang landai dan dangkal ke arah Selat Malaka, Selat Bangka danLaut Cina Selatan.
Saat ini pulau Sumatra secara administratif pemerintahan terbagi atas 8 provinsi yaitu:
• Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu dan Lampung dan 2 provinsi lain yang merupakan pecahan dari provinsi induk di pulau Sumatra yaitu Riau dan Kepulauan Bangka Belitung.

Pulau Kalimantan (Borneo)
Kalimantan merupakan nama daerah wilayah Indonesia di pulau Borneo (wilayah negara Malasia dan Brunei juga ada yang berada di pulau Borneo), berdasarkan luas merupakanpulau terbesar ketiga didunia, setelah Irian dan Greenland. Bagian utara pulau Kalimantan, Sarawak dan Sabah, merupakan wilayah Malasia yang berbatasan langsung dengan Kalimantan wilayah Indonesia dan wilayah Brunei Darussalam; di bagian selatan dibatasi oleh Laut Jawa. Bagian barat pulau Kalimantan dibatasi oleh Laut Cina Selatan danSelat Karimata; di bagian timur dipisahkan dengan pulau Sulawesi oleh Selat Makkasar. Pulau Kalimantan dilintasi oleh garis khatulistiwa sehingga membagi pulau Kalimantan atas Kalimantan belahan bumi utara dan Kalimantan belahan bumi selatan. Kesuburan tanah di pulau Kalimantan kurang bila dibanding kesuburan tanah di pulau Jawa dan pulau Sumatera, demikian pula kepadatan penduduknya tergolong jarang. Pulau Kalimantan sama halnya pulau Sumatera, diliputi oleh hutan tropic yang lebat (primer dan sekunder). Secara geologik pulau Kalimantan stabil, relatif aman dari gempa bumi (tektonik dan vulkanik) karena tidak dilintasi oleh patahan kerak bumi dan tidak mempunyai rangkaian gunung berapi aktif seperti halnya pulau Sumatera, pulau Jawa dan pulau Sulawesi. Sungai terpanjang di Indonesia, Sungai Kapuas, 1.125 kilometer, berada di pulau Kalimantan.
Saat ini pulau Kalimantan secara administratif pemerintahan terbagi atas 4 provinsi yaitu:
• Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.
Pulau Jawa
Pulau Jawa, merupakan pulau yang terpadat penduduknya per kilometer persegi di Indonesia. Pulau melintang dari Barat ke Timur, berada di belahan bumi selatan.Barisan pegunungan berapi aktif dengan tinggi diatas 3.000 meter diatas permukaan laut berada di pulau ini, salah satunya Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Gunun Bromo di Jawa Timur yang terkenal sangat aktif. Bagian selatan pulau berbatasan dengan Samudera Hindia, pantai terjal dan dalam, bagian utara pulau berpantai landai dan dangkal berbatasan dengan Laut Jawa dan dipisahkan dengan pulau Madura olehSelat Madura. Di bagian barat pulau Jawa dipisahkan dengan pulau Sumatera oleh Selat Sunda dan di bagian timur pulau Jawa dipisahkan dengan pulau Bali oleh Selat Bali.
Saat ini pulau Jawa secara administratif pemerintahan terbagi atas 6 provinsi yaitu:
• Banten, Daerah Khusus Ibukota-Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tenah, Daerah Istimewa-Yogyakarta danJawa Timur.

Pulau Sulawesi
Pulau Sulawesi, merupakan pulau yang terpisah dari Kepulauan Sunda Besar bila ditilik dari kehidupan flora dan fauna oleh karena garis Wallace berada di sepanjang Selat Makasar, yang memisahkan pulau Sulawesi dari kelompok Kepulauan Sunda Besar di zaman es. Pulau Sulawesi merupakan gabungan dari 4 jazirah yang memanjang, dengan barisan pegunungan berapi aktif memenuhi lengan jazirah, yang beberapa di antaranya mencapai ketinggian diatas 3.000 meter diatas permukaan laut; tanah subur, ditutupi oleh hutan tropic lebat (primer dan sekunder).
Saat ini pulau Sulawesi secara administratif pemerintahan terbagi atas 6 provinsi yaitu:
• Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara,Gorontalo dan Sulawesi Utara.
Kepulauan Maluku dan Irian
Kepulauan Maluku dan Irian, terdiri dari 1 pulau basar yaitu pulau Irian dan beberapa pulau sedang seperti pulau Halmahera, pulau Seram, pulau Buru dan Kepulauan Kei dan Tanimbar serta ribuan pulau-pulau kecil lainnya baik berpenghuni maupun tidak. Garis Webbr memisahkan kawasan ini atas dua bagian yaitu Irian dan Australia dengan kepulauan Maluku sehingga di kepulauan Maluku, flora dan fauna peralihan sedangkan di Irian, flora dan fauna Australia.
Saat ini secara administratif pemerintahan Kepulauan Maluku dan Irian dibagi atas:
• Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Irian Jaya.
Data-data Geografis
Lokasi: Sebelah tenggara Asia, di Kepulauan Melayu antara Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.
Koordinat Geografis: 6°LU - 11°08'LS dan dari 95°'BB - 141°45'BT
Wilayah:
total darat: 1.922.570 km²
daratan non-air: 1.829.570 km²
daratan berair: 93.000 km²
lautan: 3.257.483 km²
Garis pantai: 54.716 km
Klaim kelautan: diukur dari garis dasar kepulauan yang diklaim
zona ekonomi khusus: 200 mil laut.laut yang merupakan wilayah negara: 12 mil laut
Cuaca: tropis; panas, lembab; sedikit lebih sejuk di dataran tinggi
Dataran: kebanyakan dataran rendah di pesisir; pulau-pulau yang lebih besar mempunyai pegunungan di pedalaman
Tertinggi & terendah:
titik terendah: Samudra Hindia 0 m
titik tertinggi: Puncak Jaya 5.030 m
Sumber:
•Ensiklopedia Geografi Dunia untuk pelajar dan umum. Jakarta: Lentera Abadi. Yani, Ahmad dan Mamat, R.2007
•http://id.wikipedia.org/wiki/Geografi_Indonesia

Minggu, 04 April 2010

Perlindungan dan Penegakan HAM

Tugas 2(P.Kewarganegaraan)
Nama : Febriyanti
Npm : 10208497

Kita semua pasti tahu kalo setiap manusia mempunyai martabat dan dan hak yang sama. Sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 1, Deklarasi Universal HAM: "Semua manusia dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat dan hak yang sama. Mereka dikaruniai akal budi dan hati nurani dan hendaknya bergaul satu dengan yang lain dalam semangat persaudaraan". Manusia adalah mahkluk ciptaan Tuhan yang paling mulia, dan mempunyai derajat yang luhur sebagai manusia, mempunyai budi dan karsa yang berbeda sendiri.

Sebagai mahkluk ciptaan Tuhan, semua manusia memiliki hak-hak yang sam sebagai manusia. Hak-hak yang sama sebagai manusia inilah yang sering disebut hak asasi manusia. Hak asasi manusia berarti hak-hak yang hakekat pada manusia berdasarkan kodratnya, maksudnya hak-hak yang dimiliki manusia sebagai manusia. HAM adalah hak dasar dimiliki manusia sebagai manusia yang berasal dari Tuhan, dan tidak dapat diganggu gugat oleh siapapun.
Dengan berdasarkan pada pengertian HAM di atas, maka HAM memiliki landasan utama, yaitu: 1. Landasan langsung yang pertama, yaitu kodrat manusia,
2. Landasan kedua yang lebih paham, yaitu Tuhan yang menciptakan manusia.
Jadi,HAM pada hakekatnya merupakan hak-hak fundamental yang melekat pada kodrat manusia sendiri, yaitu hak-hak yang paling dasar dari aspek-aspek kodrat manusia sebagai manusia.

Untuk mempertegas hakekat dan pengertian HAM di atas dikuatkanlah dengan landasan hukum HAM sebagaimana dikemukakan dalam ketentuan Pasal 1 angka 1 UU Nomor.39 tahun 1999 tentang HAM bahwa HAM adalah seperangkat hak yang melekat pada hakekat keberadaan manusia sebagai mahkluk Tuhan yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.

Yang seperti kita ketahui di negara kita dalam era reformasi sekarang ini, upaya untuk mendapatkan ketentuan hak asasi manusia sudah dilakukan melalui amandemen UUD 1945 dan diundangkannya Undang-Undang Republik Indonesia(NKRI) Nomor.39 tahun 1999 tentang HAM serta identifikasi beberapa konversi internasional tentang HAM.
Apabila kita cermati lagi jaminan HAM dalam UUD 1945dan penjabarannya dalam UURI Nomor 39 tahun 1999, secara garis besar meliputi:
1. Hak untuk hidup (misalnya hak:mempertahankan hidup, memperoleh kesejahteraan lahir batin, memperoleh lingkungan hidup yang baik dan sehat)
2. Hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan.
3. Hak mengembangkan diri(misalnya hak: pemenuhan kebutuhan dasar, meningkatkan kualitas hidup, memperoleh manfaat dari iptek, memperoleh informasi, melakukan pekerjaan sosial)
4. Hak memperoleh keadilan(misalnya hak: kepastian hukum, persamaan didepan hukum)
5. Hak atas kebebasan pribadi (misalnya hak: memeluk agama, keyakinan politik, memilih status kewarganegaraan, berpendapat dan menyebarluaskannya, mendirikan parpol, LSM dan organisasi lain, bebas bergerak dan bertempat tinggal)
6. Hak atas rasa aman (misalnya hak: memperoleh suara politik, perlindungan terhadap ancaman ketakutan, melakukan hubungan komunikasi, perlindungan terhadap penyiksaan, penghilangan dengan paksa dan penghilangan nyawa)
7. Hak atas kesejahteraan (misalnya hak: milik pribadi dan kolektif, memperoleh pekerjaan yang layak, mendirikan serikat kerja, bertempat tinggal yang layak, kehidupan yang layak,dan jaminan sosial)
8. Hak turut serta dalam pemerintahan (misalnya hak: memilih dan dipilih dalam pemilu, partisipasi langsung dan tidak langsung, diangkat dalam jabatan pemerintah, mengajukan usulan kepada pemerintah)
9. Hak wanita (hak yang sama/tidak ada diskriminasi antara wanita dan pria dalam bidang politik, pekerjaan, status kewarganegaraan, keluarga perkawinan)
10. Hak anak (misalnya hak: perlindungan oleh orang tua, keluarga, masyarakat dan negara, beribadah menurut agamanya, berekspresi, perlakuan khusus bagi anak cacat, perlindungan dari eksploitasi ekonomi, pekerjaan, pelecehan sexual, perdagangan anak, penyalahangunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya).

Sumber :
1. Ahadian,H.M. Ridhwan Indra. 1999. Hak Asasi Manusia dalam UUD 1945. Jakarta: CV Haji Masagung.
2. Hadi Wiyono,Isworo. 1997. Pendidikan Kewarganegaraan SMP untuk kelas VII. Jakarta: PT Balai Pustaka.

Selasa, 30 Maret 2010

REVIEW KASUS 1

Pendahuluan
hand phone untuk zaman sekarang ini tidak lah lagi sebagai Tersier / Mewah / Lux.dikarenakan telepon genggam atau yang sering di sebut hand phone (HP) sekarang ini merupakan kebutuhan sekunder .mengapa demikian karena hand phone sebagai alat komunikasi yang mudah di gunakan dan dapat di bawa kemana-mana,yang diman komunikasi merupakan kebutuhan manusia untuk saling berinteraksi dan menjalin hubungan sebagai makhluk sosial.
Karena banyaknya permintaan hand phone di pasaran oleh permintaan,maka saya akan membuat article review tentang respon konsumen tentang maraknya jenis hand phone yang berada di pasar .

Tujuan penelitian
1.Untuk mengetahui dan membuktikan bahwa perusahaan nokia yang berbasis teknologi komunikasi dari dahulu hinnga kini masih  eksis dan menjadi trend center(pemimpin) dalam penjualannya .dan sampai saat ini pula belum ada yang dapat menyaingi keunggulan-keinggulan nokia baik di antara tipe atau jenisnya lebih banyak menu yang sederhana,mudah mengganti cassing sesuai dengan selera,maupan dari segi penjualanya .
2.Juga untuk mengetahui loyaritas para konsumen terhadap produk HP yang sudah menjadi trend center para product pesaing nya .

Isi Artikel

Di zaman era informasi ini, alat komunikasi bergerak tidak lagi dikategorikan ssebagai barang mewah.Karena bukan hanya orang kalangan atas saja yang bisa membeli telepon seluler, tapi sekarang orang kalangan bawah pun bisa membeli dan memiliki telepon seluler tersebut.

Arikel ini membahas tentang meningkatnya jumlah pelanggan telepon seluler di Indonesia yang mengakibatkan bermunculan persaingan pasar seluler Dengan beragam merek .(nokia,sony ericson,blackberry,nexian,esia,siemens) meskipun banyak merek hand phone tetapi konsumen memilih merek hand phone NOKIA karena jenis ponsel ini banyak diminati konsumen ,karena di dukung oleh keunggulan-keunggulan yang makin canggih . pemasarn produk nokia jauh lebih pesat dibanding dengan merek ponsel lain ,seperti sony ericsso,dll .
Produk nokia selalu hadir dengan kecanggiha-kecanggihan yang mengikuti kemajuan tekhnologi .target pasar dari nokia sendiri yaitu dengan penbedaan (diferensiasi) , yang dapat di lihat dari sisi produk itu sendiri,yauitu nokia dapat digunakan sebagai alat komunikasi yang praktis .

Manajer pemasaran nokia merencanakan strtegi advertensing atau promosi untuk bulan april yang akan datang dengan menyediakan anggaran sebesar Rp.30,000,000 .ada 4 alternatif media advertising yang sedang di telitih yaitu :
Memasang iklan pada surat kabar lokal dengan biaya sebesar Rp.350,000/iklan dan di harapkan dapat menjangkau 800 konsumen potensial .
Membeli seaiarn TV lokal biaya per 30 detik sebesar Rp.1,500,000 dan dapat menjangkau 7000 konsumen potensial .
Memasang iklan pada majalah dengan biaya Rp 1.000.000 per edisi dan dapat menjangkau 9.500 konsumen potensial.
Mendistribusikan contoh produk secara gratis dengan biaya sebesar Rp 100.000/peti berisi 200 unit HP, dan dapat menjangkau 350 konsumen potensial .




Kesimpulan

sama halnya dengan bangunan,bisnis yang baik di mulai juga dengan fondasi yang kokoh .
Fondasi yang di maksud dalm nerbisnis yaitu adalah kerjasama di dalam perusahaan tersebut dan juga kerjasama antara masyarakat(konsumen)dengan produsen dalam halkonsumen memberikan permintaan akan barang tersebut sesuai dengan target pasar yang di ingin kan produsen .sedangkan produsen dapat memuaskan konsumen dengan barang yang di tawarkan/yang dijualnya,
maka dengan demikian produsen tersebut dapat bertahan walaupan keadaan bisnis dunia sedang mengalami krisis sekalipun,karena antar konsumen dan produsen telah tejalin hubungan yang erat (saling memenuhi kebutuhannya) .

Kritik

banyaknya kelebihan yang diberikan oleh NOKIA kepada konsumen nya bukan berarti nokia tidak memiliki kekurangan dalam memberikan kepuasan kepada konsumennya.hal inilah harus di perhatikan oleh para produsen untuk tidak puas dalam memberikan kenyamanan dan kepuasan kepada konsumen nya .
Saran

untuk hal penjualn Nokia sendiri harus lebih bisa membedakn konsumen yang pontensial untuk menambah penjualan .