Minggu, 20 Februari 2011

Kalimat Penalaran dan Kalimat Argumentasi (tugas B.Indonesia2)

Nama : Febriyanti/10208497
Kelas : 3EA03

Kalimat PenaLaran :
  1. Produksi sapi dan daging sapi nasional mampu memenuhi 70 persen kebutuhan dalam negeri.
  2. Batik adalah produk lokal unggulan yang paling menarik minat konsumen.
  3. UBEP Sangasanga dan Tarakan adalah unit bisnis Pertamina EP yang bertugas mengelola wilayah kerja Sangasanga dan Tarakan.
  4. Pemerintah menargetkan produksi pertama dari gas metana batu bara atau "coal bed methane" pada Mei 2011.
  5. Total jumlah sukuk ritel yang bisa dilepas pemerintah pada rencana penerbitan tanggal 23 Februari 2011 adalah di bawah Rp 10,8 triliun.
Kalimat Argumentasi :
  1. Bulog ditegaskan tidak boleh membeli dibawah HPP(harga pembelian pemerintah) untuk perlindungan petani.
  2. Kami akan segera membuat pemetaan rawan bencana lahar dingin."katanya.
  3. BNP Aceh bersama kepolisian dan BNK terus menggencarkan operasi pemusnahan ladang ganja pemberantasan narkoba lainnya.
  4. Bambu harus didatangkan dari luar DIY, karena bambu lokal terbatas dan kualitasnya kurang bagus. Kami terpaksa mendatangkan dari Jawa Barat dan Jawa Tengah," katanya.
  5. Jika perhitungan pungutan itu hanya didasarkan atas panjangnya rol film, maka satu judul film hanya perlu menyetor Rp 13 juta, per salinan film.

1. Hatta Pertanyakan Hasil Panen

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mempertanyakan hasil panen gabah yang dilaporkan gagal di berbagai tempat kepada Menteri Pertanian Suswono. Kegagalan panen wajib diketahui sejak awal agar pemerintah dapat mengantisipasi potensi kekurangan pasokan pangan pada pertengahan tahun 2011. Hatta mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Jumat (18/2/2011).

Menurut Hatta, untuk mengamankan stok cadangan beras pemerintah, Bulog mendapatkan perangkat hukum lengkap berupa instruksi presiden tentang fleksibilitas pembelian beras petani. Aturan teknisnya pun sudah diterbitkan Kementerian Pertanian. "Itu dari Menteri Pertanian, dikeluarkan minggu kemarin. Bulog ditegaskan tidak boleh membeli di bawah HPP (harga pembelian pemerintah). Itu untuk perlindungan petani, harus sesuai atau di atas HPP, maka dibuat tabel rafaksi, itu keluar dari Menteri Pertanian kemarin" ujarnya.

Hatta mengatakan, dirinya baru tahu tentang kegagalan panen di beberapa tempat melalui berita media massa. Hal itu perlu diklarifikasi langsung dari Menteri Pertanian. "Saya baca di koran hari ini bahwa panen tidak sesuai dengan yang diharapkan. Itu tentu harus diantisipasi di mana titik persoalannya. Apakah ada pada produktivitas atau apa, saya akan minta penjelasan Menteri Pertanian soal itu," katanya.

Keterangan:

1. kalimat penalaran : kalimat yang bercetak tebal merupakan kalimat penalaran, karena Hatta baru tahu tentang kegagalan panen melalui berita media massa.

2. kalimat argumentasi : kalimat yang bercetak miring merupakan kalimat argumentasi, karena Bulog ditegaskan tidak boleh membeli dibawah HPP(harga pembelian pemerintah) untuk perlindungan petani.

3. Penjualan Barang Konsumsi Positif

Perusahaan informasi dan media global, The Nielsen Company, mencatat penjualan barang-barang konsumsi bergerak cepat, seperti makanan, minuman, obat-obatan, produk perawatan pribadi, dan barang keperluan rumah tangga, menunjukkan tren positif selama 2010.

Direktur Eksekutif Retail Measurement Services Nielsen, Teguh Yunanto, Selasa (22/2/2011) di Jakarta mengatakan, nilai penjualan 43 kategori barang konsumsi bergerak cepat (fast moving consumer goods/FMCG) selama 2010 mencapai Rp 121 triliun atau meningkat 11 persen dari tahun sebelumnya.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan dari 2008 ke 2009, yang menurut catatan Nielsen hanya sebesar 8,5 persen. "Trennya positif dan tahun ini pasar akan masih seperti itu," kata Teguh.

.Menurut Nielsen, peningkatan penjualan pada kategori makanan dan minuman mencapai 12,7 persen atau hampir dua kali lipat dari peningkatan penjualan produk tersebut selama 2009, yang sebesar 6,6 persen.

Sementara peningkatan penjualan barang kategori produk perawatan pribadi pada 2010 hanya 13,3 persen, sedikit lebih lambat dari 2009 yang peningkatannya mencapai 15,4 persen.

Peningkatan penjualan produk rumah tangga juga mengalami perlambatan selama 2010. Selama kurun waktu itu penjualan produk rumah tangga hanya 4,3 persen, lebih rendah dibandingkan dengan penjualan 2009 sebesar 9,1 persen. "Ini bisa merupakan indikasi bahwa konsumen mengorbankan sebagian keperluan rumah tangga mereka untuk berbelanja makanan dan memenuhi kebutuhan gaya hidup," kata Teguh.

Keterangan:

1. Kalimat Penalaran : kalimat yang bercetak tebal merupakan kalimat penalaran, karena terdapat fakta kalau nilai penjualan 43 kategori barang konsumsi bergerak cepat selama tahun 2010.

2. Kalimat Argumentasi : kalimat yang bercetak miring merupakan kalimat argumentasi, karena ada pendapat bahwa konsumen mengorbankan sebagian keperluan rmah tangga mereka utuk berbelanja makanan dan memenuhi kebutuhan gaya hidup.


4. Apindo Sepakat Membayar "nyicil"

Wakil Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Franky Sibarani mengungkapkan pihaknya dan PLN sepakat mengambil jalan tengah berupa pembayaran sebagian tagihan secara cicilan bagi industri.

"Apindo dan PLN sepakat memberikan jalan tengah berupa pembayaran sebagian tagihan secara cicilan bagi industri yang diperkirakan mengalami kesulitan apabila capping (pembatasan) dicabut," jelasnya.

Ia menilai hasil yang diputuskan DPR dan Menteri ESDM berapa waktu lalu mengenai capping tarif listrik untuk industri tidak tegas menyatakan bahwa capping dicabut. Sehingga bisa memiliki tafsir berbeda.

PLN sebagai partner Apindo (industri) sepakat untuk tidak berlama-lama dalam perbedaan pendapat soal capping. "Apabila kemudian hari Pemerintah-DPR menetapkan capping masih berlaku, maka Apindo minta kepada PLN untuk memperhitungkan kembali tagihan listrik yang telah dibayarkan," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR-RI dengan Kementerian ESDM dan PT PLN dihasilkan kesimpulan mengenai capping (pembatasan) tarif dasar listrik untuk sektor industri. Komisi VII meminta pemerintah tetap memberlakukan capping TDL untuk sektor industri.

"Komisi VII DPR meminta pemerintah untuk melaksanakan disiplin anggaran subsidi listrik dan tetap berpedoman kepada UU 10 tahun 2010 tentang APBN 2011 sebesar Rp 40,7 Triliun," ujar ketua Komisi VII, H Teuku Riefky Harsa.(Srihandriatmo Malau)

Keterangan :

  1. Kalimat Penelaran : kalimat yang bergaris bawah merupakan kalimat penalaran, karena PLN sepakat untuk tidak berlama-lama dalam perbedaan pendapat soal capping.
  2. Kalimat Argumentasi : kalimat yang bergaris miring merupakan kalimat argumentasi, karena Komisi VII DPR mengajak pemerintah untu melaksanakan disipin anggaran subsidi listrik dan tetap berpedoman kepada UU 10 tahun 2010.

5. Perubahan Iklim Tingkatkan Kemisknan

Perubahan iklim yang berdampak terhadap sektor pertanian dapat berujung pada peningkatan angka kemiskinan di Indonesia.

Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB), Handoko, menyampaikan, skenario terburuknya, perubahan iklim membuat produktivitas pertanian menurun sehingga pendapatan petani semakin kecil. Padahal, dua pertiga warga miskin di Indonesia berada di pedesaan dan mengandalkan hidupnya dari pertanian.

Kendati demikian, Handoko juga mengatakan bahwa perubahan iklim dapat membuat petani lebih maju. Perubahan iklim memaksa petani beradaptasi lebih kreatif. Namun, jika melihat kondisi petani di Indonesia, hal tersebut seolah mustahil. Menurut Handoko, kondisi petani Indonesia saat ini memprihatinkan.

"Lahan pertaniannya sudah sempit, modalnya juga pas-pasan, pendidikannya lebih rendah, lebih banyak makin miskin, produksi akan turun," katanya. Sementara kondisi iklim di Indonesia saat ini, lanjut Handoko, menunjukkan tanda-tanda perubahan perubahan. "Yang sekarang, ya, kekeringan, terus banjir, kekeringan. Di daerah-daerah yang monsoonal, antara musim hujan dan kemaraunya jelas, terjadi kekeringan, musim hujannya makin pendek," papar Handoko.

Akibat perubahan iklim tersebut, waktu tanam bergeser. Semula petani dapat memanen dua kali dalam setahun, kini menjadi hanya satu kali panen. Handoko melanjutkan, turunnya produktivitas pertanian akibat perubahan iklim tersebut dapat berakibat fatal secara nasional. Diramalkan, pada 2050 terjadi defisit gabah kering sebesar 60 juta ton. "Itu asumsi tidak ada penambahan lahan atau pengurangan konsumsi per kapita," ujarnya.

Untuk mencegah hal tersebut, lanjut Handoko, diperlukan upaya bersama dalam mengatasi ketahanan pangan jangka panjang. Hal itu dapat dilakukan antara lain dengan mengurangi konsumsi beras, diversifikasi pangan, peningkatan luas areal pertanian, peningkatan produktivitas, perencanaan waktu dan pola tanam, intensifikasi dan konservasi lahan serta air, dan peningkatan pemahaman petani tentang iklim melalui pendidikan.

Keterangan ;

  1. Kalimat Penalaran : kalimat yang bercetak tebal merupakan kalimat penalaran, karena fakta dalam kalimat tersebut.
  2. Kalimat Argumentasi : kalimat yang bercetak miring merupakan kalimat argumentasi, karena dapat mempengaruhi masyarakat untuk mengurangi konsumsi beras.

Sumber : Kompas.com


Minggu, 02 Januari 2011

Rabu, 22 Desember 2010

Strategi di Dalam Tergeting

Nama : Febriyanti
Npm/kls : 10208497/3EA03

Dalam praktek manajemen pemasaran dikenal adanya istilah STP atau singkatan dari segmentation, targeting, dan positioning.

Untuk mencapai hasil pemasaran yang optimal, kita pertama kali harus terlebih dahulu melakukan segmentasi pasar atas produk yang akan kita jual. Segmentasi pasar pada intinya membagi potensi pasar menjadi bagian-bagian tertentu; bisa berdasarkan pembagian demografis; berdasar kelas ekonomi dan pendidikan ataupun juga berdasar gaya hidup (psikografis).

Pembagian segmen yang paling lazim dilakukan adalah berdasar kelas sosial ekonomi. Sebagai misal, pembagain yang sering dilakukan adalah membagi lapisan pasar menjadi empat kelas : misal kelas C (kelas ekonomi rendah), kelas B (menengah), dan kelas AB (menengah atas) dan kelas A (golongan atas). Sebagai misal, produk kartu ponsel Esia yang murah meriah cenderung ditujukan untuk golongan B dan golongan C. Sementara produk mobil mewah seperti BMW atau produk tas Gucci ditujukan untuk segmen kelas atas.

Setelah segmentasi atas produk telah ditetapkan, maka langkah berikutnya adalah melakukan targeting atau membidik target market yang telah kita pilih dalam analisa segmentasi pasar. Dalam hal ini tentu saja serangkaian program pemasaran yang dilakukan harus pas dengan karakteristik pasar sasaran yang hendak kita tuju. Sebagai misal produk-produk tas dan sepatu mewah seperti dengan merk Gucci atau Louis Vuitton, maka mereka selalu memilih mal kelas atas seperti Plaza Senayan dan Pacific Place untuk membuka outletnya; dan bukan di mal kelas menengah seperti Plaza Jatinegara. Hal diatas dilakukan agar kegiatan promosi pemasaran yang dilakukan pas dan tepat sasaran dengan segmen pasar yang ditujunya.

Selain targeting, maka langkah berikutnya adalah melakukan positioning, langkah ini artinya adalah menciptpakan keunikan posisi produk dalam benak atau persepsi pelanggan potensial yang akan dibidik. Mobil mewah BMW selalu mencitrakan dan memposisikan dirinya sebagai kendaraan mewah nan elegan. Pada sisi lain Esia selalu mencoba memposisikan dirinya sebegai produk rakyat kebanyakan yang murah dan tersedia dimana-mana.

Positioning yang pas ini menjadi sangat penting, sebab dengan begitu mereka bisa meraih simpati dalam benak pelanggan. Dan selanjutnya hal ini bisa mendorong mereka untuk melakukan pembelian produk yang ditawarkan.

Sumber: http://rajapresentasi.com/2009/08/segmentasi-targeting-dan-positioning-dalam-manajemen-pemasaran/

Sabtu, 18 Desember 2010

Model-model Segmen Target dan Kondisi Pasar

Nama : Febriyanti
Npm/kLs : 10208497/3EA03


Segmentasi Pasar

Membagi sebuah pasar ke dalam kelompok-kelompok pembeli yang khas berdasarkan kebutuhan, karakteristik atau perilaku yang mungkin membutuhkan produk atau bauran pemasaran yang terpisah.

Penetapan Target Pasar.

Proses mengevaluasi daya tarik tiap-tiap segmen dan memilih satu atau lebih segmen yang akan dimasuki.

PENETAPAN TARGET PASAR ( PASAR SASARAN )

Pasar Sasaran

Seperangkat pembeli yang memiliki kebutuhan dan karakteristik yang sama, yang diputuskan untuk dilayani oleh perusahaan.

1. Mengevaluasi Segmen Pasar

- Ukuran dan pertumbuhan segmen.

- Daya tarik structural segmen.

- Tujuan dan sumber daya perusahaan..

2. Memilih Segmen Pasar.

- Pemasaran tanpa diferensiasi ( Pemasaran massal ).

Strategi peliputan pasar dimana perusahaan mungkin memutuskan untuk mengabaikan perbedaan-perbedaan yang ada pada tiap-tiap segmen pasar, dan masuk ke pasar secara keseluruhan dengan satu tawaran.

- Pemasaran yang terdiferensiasi.

Strategi peliputan pasar dimana sebuah perusahaan memutuskan untuk menetapkan beberapa segmen pasar atau relung pasar dan mendesain tawaran yang terpisah bagi masing-masing segmen.

Pemasaran terkonsentrasi

Strategi peliputan pasar dimana sebuah perusahaan memilih untuk meraih pangsa pasar yang besar pada satu atau beberapa subpasar.

3. Memilih strategi Peliput Pasar.

- Sumber daya yang dimiliki perusahaan.

- Tahapan produk dalam daur hidup.

- Homogenitas Pasar.

- Strategi pemasaran yang dilakukan pesaing.


contoh kasus :

Membaiknya pasar otomotif nasional pada 2010, membuat para agen tunggal pemegang merek (ATPM) mobil di Indonesia melakukan koreksi angka penjualan. Perubahan target penjualan tidak tanggung-tanggung yaitu dinaikkan sekitar 20 persen.

MISALNYA PT Mazda Motor Indonesia (MMI). ATPM Mazda di Indonesia, merevisi target penjualan sebesar 20 persen sehingga menjadi 6.000 mobil pada tahun ini. sejalan dengan kondisi pasar otomotif domestik yang terus bergairah. Sebelumnya Mazda mematok target penjualan sepanjang 2010 sebanyak 5.000 mobil, naik signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 1.542 unit.

Sumber :http://ahim.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/7964/BAB+IV.+SEGMENTASI+PASAR.doc dan bataviase.co.id



Kamis, 16 Desember 2010

Teori Kepribadian

Nama : febriyanti
Npm/kls : 10208497/3EA03

Teori Kepribadian memiliki dua teori, yaitu :
  1. Teori Kepribadian Psikoanalistik(psychoanalystic theory of personality). Sigmund Freud memiliki dampak yang besra terhadap pemahaman kita tentang perilaku konsumen. Freud berargumentasi bahwa kepribadian manusia berasal dari (sifat laper, seks dan agresi) dan tekanan sosial untuk mentaati hukum, aturan, dan kode moral.
  • Teori psikoanalistik dan strategi promosi, setelah di pengaruhi untuk para peneliti motivasi pad tahun 1950-an, pemikiran psikoanalistik, dan penekanan pada impian-impian yang tidak masuk akal, fantasi dan simbol-simbol untuk mengidentifiksikan motif-motif yang tidak disadari yang melandasi tindakan orang, memiliki dampak yang besar terhadap pemasaran. Perusahaan periklanan memperkerjakan para psikoanalistik untuk membantu mereka mengembangkan tema promosi dan keasan yang akan berkesan dalam konsumen tanpa disadari.
  • Teori psikoanalistik dan riset pemasaran, pendekatan psikoanalistik pada kepribadian memiliki dampak terbesar terhadap pemasaran pada bidang riset konsumen. Riset perilaku konsumen, sangat bergantung pada teknik proyektif psikoanalistik yang dikembangkan untuk mengidentifikasi motif yang tidak disadari yang memacu orang agar bertindak.
2. Teori Sifat Bawaan, pendekatan teori sifat bawaan pada kepribadian mengklasifikasikan orang-orang susuai dengan karakteristik atau sifat bawaan yang dominan. Sifat bawaan(trait) adalah setiap karakteristik di mana seseorang berbeda dari lainnya yang relatif permanen dan konsisten . Teori sifat bawaan menguraikan orang-orang dalam hal predisposisi mereka sebagai kesatuan sifat.

Kepribadian dan Gaya Hidup

Nama : Febriyanti
Npm/kls : 10208497/3EA03

Kepribadian(personality) memiliki empat aspek penting,yaitu :
  1. Perilaku menunjukan konsistensi, agar dapat disebut kepribadian, perilaku seseorang harus konsistensi setiap waktu.
  2. Perilaku membedakan seseorang dengan yang lainnya, perilaku harus membedakan seseorang dengan yang lainnya :sebuah karakteristik kepribadian tidak dapat dibagi oleh semua konsumen.
  3. Perilaku berinteraksi dengan situasi, bahwa karakteristik kepribadian tidak berhubungan erat dengan jenis tertentu. Jadi, para peneliti tidak dapat memprediksi tindakan individu dengan akurat atas suatu kejadian tertentu dari suatu pengukuran kepribadian tunggal. Dalam istilah spesifik, berapa banyak kaleng kacang polong atau jenis furniture yang akan dibeli seseorang tidak dapat diprediksikan dengan melihat karakteristik kepribadian seseorang saja, di mana untuk pilihan seperti itu tergantung pada interaksi kepribadian, situasi dan produk. Interaksi kekuatan yang kompleks di dalam dan di antara faktor-faktor ini membuat hubungan rangsangan-tanggapan yang sederhana antara kepribadian dan pembelian tidak mungkin terjadi.
  4. Pengukuran kepribadian tunggal tidak dapat memprediksi perilaku tertentu, seperti merk mobil apa yang akan konsumen beli, bahwa kepribadian itu meredakan pengaruh pesan-pesan iklan dan situasi pemasaran terhadap perilaku konsumen. Variabel Moderat (moderating variable) adalah variabel perbedaan-individu yang berinteraksi dengan situasi konsumen dan atau jenis pesan yang sedang dikomunikasikan.
sumber : Buku Perilaku Konsumen / John C.Mowen, Michael Minor. jilid 1 edisi kelima

Selasa, 09 November 2010

Mempromosikan Produk Bagi Suatu Oraginisasi

Tema : Mempromosikan Produk
Judul : Mempromosikan Produk Bagi Suatu Oraginisasi

Nama : Febriyanti
Npm/kls : 10208497/3EA03

Mempromosikan produk bagi suatu organisasi adalah sepenuhnya pikiran boggling tugas-tugas yang membutuhkan keterampilan komunikasi untuk diferensiasi produk. Organisasi menggunakan channel periklanan berbeda untuk menyebarkan pesan dan berkomunikasi menawarkan mereka. Ada TV, radio, cetak, dan internet untuk membantu mereka posisi merek dan produk mereka di pasar. Diferensiasi mengacu pada organisasi seni dan pendekatan dramatis menggunakan media iklan yang berbeda untuk membuat produk mereka berdiri di antara pesaing. pendekatan dasar untuk diferensiasi produk public relations, manajemen reputasi, komunikasi pemasaran, dan branding.

Komunikasikan apa organisasi Anda dan produk Anda singkatan termasuk nilai-nilai inti. Membentuk identitas unik kebutuhan riset pasar, yang meliputi pembentukan citra dan reputasi perusahaan yang berada di luar karakteristik produk. Produk dan jasa berubah dengan cepat sebagai perilaku konsumen dan perubahan preferensi juga. Cara terbaik untuk mempromosikan produk Anda adalah untuk membangun nama merek pertama Anda. Promosikan produk anda di bawah nama merek atau citra perusahaan. Dengan cara ini Anda membuat kesan yang abadi dan membuat orang menerima produk anda memperkenalkan dengan nama merek. Anda dapat dengan mudah posisi perusahaan Anda jika Anda membangun nama merek Anda terlebih dahulu.

Bagaimana Anda mempromosikan produk Anda?

Ada tiga aturan sederhana dalam mempromosikan produk Anda:

o Kenali layanan Anda dan produk baik
o Identifikasi dan menentukan target pasar Anda
o Membuat Spreadsheet Excel dari situs ini ceruk pasar yang digunakan untuk hang out

Mereka sangat sederhana namun mengambil waktu untuk mengetahui tentang karakteristik dan perilaku pembelian dari segmen pasar Anda. Buat website Anda dan kemudian membuat iklan Anda. Berikut adalah contoh bagaimana sebuah iklan akan terlihat seperti. Perhatikan header dan desain iklan. Klik dan melihat desain situs web. Layout dan desain, mereka adalah cara terbaik untuk mendapatkan melalui pasar Anda.

Sumber: http://Ezinearticles.com